- Gerakan Sekolah Menulis Buku 2023-2026. Pada 2026, Tim Literasi yang terdiri dari 50 siswa dan 6 guru menulis buku antologi pengalaman pribadi bertema “Tangguh dan Percaya Diri”.
- One Class One Book. Setiap kelas menulis sebuah buku dengan tema tertentu dengan bimbingan wali kelas. Ada yang menulis fabel, cerita pendek, maupun cerita pengalaman pribadi.
- Kunjungan Wajib Perpustakaan. Setiap kelas terjadwal mengunjungi perpustakaan selama 1 jam pembelajaran di setiap pekan. Saat kunjungan wajib, masing-masing kelas di setiap bulannya terjadwal edukasi literasi perpustakaan, membaca buku dan meresensinya di buku jurnal Literasi Harianku, mengenal literasi permainan tradisional dan edukasi di perpustakaan, dan membaca nyaring.
- Pojok Baca Kelas. Setiap hari siswa membaca buku di Pojok Baca Kelas masing-masing lalu menulis dan/atau menggambar pemahamannya di buku jurnal Literasi Harianku.
- Perpustakaan Digital. Siswa bisa mengakses buku bacaan yang tersedia di laman web sekolah dengan pendampingan orang tua sehingga bisa membaca di mana saja.
- Kelas Pengembangan Diri. Setiap kelas terjadwal kelas di setiap pekan pembelajaran yang mendukung pengembangan diri baik dalam hal literasi keuangan (kemampuan mengelola keuangan secara bijak), literasi digital (kemampuan menggunakan teknologi dengan aman dan bertanggung jawab), literasi budaya dan kewargaan (kemampuan memahami hak dan kewajiban sebagai warga dan keberagaman budaya).
- Proyek dan Pameran STEAM. Siswa kelas VI secara berkelompok menyelesaikan produk STEAM kemudian mempresentasikan di hadapan teman sekelas maupun lintas kelas hingga mendapat masukan dari guru penguji. Hasil akhir dipamerkan di mall yang dapat diakses publik.
- Proyek dan Pameran Gim Koding. Siswa kelas VI secara berkelompok menyelesaikan produk gim berbasis koding dan kecerdasan buatan (AI) kemudian dipresentasikan dan mendapat masukan dari guru penguji. Hasil akhir dipamerkan di mall yang dapat diakses publik.
- Proyek dan Pameran Seni Rupa. Siswa kelas III secara berkelompok menyelesaikan karya seni kemudian mempresentasikan hingga mendapat masukan dari guru penguji. Hasil akhir dipamerkan di kelas yang dapat diakses teman dari beragam jenjang.
- Orang Tua Mengajar. Sekolah berkolaborasi dengan wali siswa yang kompeten di bidang relevan dengan topik pembelajaran yang tengah berlangsung sehingga siswa dapat belajar langsung dengan praktisi dan profesional.
- King and Queen of Library. Mengapresiasi 1 siswa dan 1 siswi setiap bulan yang paling rajin membaca dan meminjam buku di perpustakaan sekolah.
- Lomba Festival Bulan Bahasa. Setiap kelas mendapat tantangan lomba membaca/menulis puisi, pantun, fabel, cerita pendek, dan resensi buku. Selain itu juga ada lomba membaca nyaring, MC, dan reportase.
- Journalist Kids Mugeb. Sekitar 30 siswa setiap tahun tergabung di komunitas yang bertugas menjadi reporter maupun melakukan liputan berita dan mengelola mading di perpustakaan.
- Kolaborasi dengan budayawan/sastrawan/seniman lokal. Mengundang tokoh penggerak literasi lokal untuk memberikan motivasi dan edukasi.
- Kunjungan Literasi. Siswa dan guru tim literasi melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Jawa Pos, Bandar Grissee (Kota Tua Gresik), Kantor Pos Gresik, Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik, Perpustakaan Daerah Kabupaten Gresik, maupun Perpustakaan Desa Rumah Pelangi.
Prestasi Literasi
a. Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan